Malaikat dalam Al-Qur’an
Malaikat
adalah salah satu makhluk yang taat dan patuh kepada
segala ketentuan dan perintah Allah SWT.
Menurut bahasa, kata malaikat merupakan bentuk jamak yang dari kata malak, yang
artinya adalah kekuatan. Malaikat diciptakan oleh Allah
SWT dari
cahaya dan bersifat ghoib. Manusia dapat melihat
malaikat hanya apabila dikehendaki olrh Allah SWT. Biasanya hal terjadi pada
para nabi atau rasul. Namun, malaikat lebih sering merubah wujudnya menjadi
sosok lain, misalnya berubah menjadi seorang laki-laki, seperti yang terjadi pada
kisah nabi Ibrahim AS, ketika ada dua malaikat yang berubah dalam wujud pria,
bertamu ke rumah beliau untuk membicarakan masalah kaum Luth yang akan
dihancurkan oleh Allah SWT.[1]
ٱلحَمدُ لِلَّهِ فَاطِرِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلأَرضِ جَاعِلِ
ٱلمَلَٰئِكَةِ رُسُلًا أُوْلِي أَجنِحَة مَّثنَىٰ وَثُلَٰثَ وَرُبَٰعَ يَزِيدُ فِي
ٱلخَلقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيء قَدِير) ١(
“segala puji
bagi Allah SWT pencipta langit
dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus
berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing ada yang dua, tiga
dan empat. Allah SWT menambahkan
pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah SWT Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS.Fatir [35]: 1).
Lafadz malaikat serta ragam derivasinya di dalam al-Qur’an, terulang sebanyak 211 kali.[2]
Pada umumnya, menggunakan lafadz “malaikat”, untuk menunjukkan makhluk ciptaan
Allah SWT. Namun ada sebagian yang menggunakan lafadz “malak”, untuk
menunjukkan kepunyaan atau kekuasaan. Adapun ayat-ayat yang menerangkan tentang
sifat-sifat malaikat, terdapat dalam beberapa ayat, yaitu:
·
QS. Ar-Rad
[6]: 13.
وَيُسَبِّحُ ٱلرَّعدُ بِحَمدِهِۦ وَٱلمَلَٰئِكَةُ مِن خِيفَتِهِۦ وَيُرسِلُ ٱلصَّوَٰعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَن يَشَاءُ وَهُم يُجَٰدِلُونَ فِي
ٱللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ ٱلمِحَالِ )١٣(
“Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) Para Malaikat
karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya
kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah,
dan Dia-lah Tuhan yang Maha keras siksa-Nya”.
·
QS.Al-Isra’ [17]: 61
وَإِذ قُلنَا لِلمَلَٰئِكَةِ ٱسجُدُواْ لِأدَمَ فَسَجَدُواْ إِلَّا إِبلِيسَ
قَالَ ءَأَسجُدُ لِمَن خَلَقتَ طِينا )٦١(
“Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat:
"Sujudlah kamu semua kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis.
Dia berkata: "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari
tanah?”
·
QS. Asy-Syura [42] : 5
تَكَادُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ يَتَفَطَّرنَ مِن فَوقِهِنَّ وَٱلمَلَٰئِكَةُ
يُسَبِّحُونَ بِحَمدِ رَبِّهِم وَيَستَغفِرُونَ لِمَن فِي ٱلأَرضِ أَلَا إِنَّ
ٱللَّهَ هُوَ ٱلغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ) ٥(
“Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atas (karena kebesaran Tuhan)
dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhan-nya dan memohonkan ampun
bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa Sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha Pengampun lagi
Penyayang”.
Perbedaan Malaikat dengan makhluk yang lain:
·
Malaikat
1. Diciptakan dari cahaya dan tidak berjenis
kelamin
2. Diciptakan lebih dahulu
3. Dapat menjelma menjadi apa saja
4. Termasuk makhluk gaib
5. Semua taat kepada Allah
6. Tidak mempunyai nafsu
7. Terpelihara dari perbuatan dosa
8. Mengajak manusia berbuat kebaikan
9. Diciptakan tidak berpasangan
·
Manusia
1. Diciptakan dari tanah (Nabi Adam AS) dan berjenis kelamin
2. Diciptakan lebih akhir dari malaikat
3. Hanya memiliki satu bentuk saja
4. Tidak termasuk makhluk
gaib
5. Ada yang ingkar kepada Allah
6. Diciptakan mempunyai nafsu
7. Berpasang-pasangan.
·
Jin
1. Diciptakan dari api
2. Termasuk
makhluk gaib
3. Ada yang muslim dan ada yang kafir
4. Dapat menjelma menjadi apa saja
5. Mempunyai hawa nafsu
6. Berjenis kelamin
7. Mempunyai keturunan
8. Umurnya lebih lama dari manusia
Jumlah
malaikat secara pasti, tidak diketahui. Namun, yang wajib diketahui menurut
ilmu tauhid, hanya 9. Berikut nama-nama malaikat beserta tugasnya yang wajib
untuk diketahui:
·
Jibril,
pemimpin para malaikat, bertugas menyampaikan wahyu dan mengajarkannya kepada
para Nabi dan Rasul
·
Mikail,
pemberi rezeki kepada seluruh makhluk
·
Israfil,
peniup sangkakala pada hari kiamat
·
Izrail,
pencabut nyawa.
·
Munkar
dan nakir, pemeriksa amal manusia di alam barzah
·
Rakib,
pencatat amal kebaikan
·
Atit,
pencatat amal keburukan
·
Malik,
penjaga pintu neraka
·
Ridwan,
penjaga pintu surga.[3]
Malaikat
melaksanakan tugasnya masing-masing tanpa pernah mengeluh dan menyalahinya satu
sama lain.
Kesimpulan
Lafadz malaikat dalam Al-Qur’an digunakan
untuk menunjukkan ada makhluk ciptaan Allah SWT, yang ghoib. Malaikat adalah salah satu makhluk yang taat dan patuh kepada segala
ketentuan dan perintah Allah SWT. Ketaatan malaikat dikarenakan tidak adanya
hawa nafsu yang dianugerahkan Allah SWT kepadanya. Berbeda dengan manusia, yang
dalam penciptaannya, disertai dengan hawa nafsu. Selain adanya hawa nafsu, perbedaan
antara penciptaan malaikat dengan penciptaan manusia yaitu tidak adanya jenis
kelamin dalam malaikat, masa hidupnya yang panjang, hingga hari kiamat. Selama
masa hidup yang panjang tersebut, yang dilakukan oleh malaikat yaitu beribadah
kepada Allah SWT, sesuai dengan yang diperintahkan, secara terus-menerus.
Daftar Pustaka
Quraisy shihab,dkk, Ensiklopedi al-Qur’an kajian kosa kata jilid
I. (Jakarta:lentera Hati, 2007),
Muhammad Fuad Abdul Baqi’, Al-Mu’jamu
al-Mufahros li Alfadzi al-Qur’an al-Karim (Kairo : Darul Hadis, 2001)
http://www.academia.edu diakses 31 Mei 2015 pukul 17.30